Jalur Penghubung Palopo-Luwu Terputus, Pertamina Kerahkan Mobil Tangki dari Propinsi Tetangga

-

Makassar, Eksplor – Pasca putusnya jalur Trans Sulawesi akibat ambruknya jembatan Telluwanua, Palopo, Sulawesi Selatan, sempat menghambat pendistribusian BBM dan LPG ke wilayah Kab. Luwu Utara dan Luwu Timur. Sebagai langkah alternatif untuk menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG di dua wilayah tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung mengerahkan armada mobil tangki dari wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali dalam keterangannya, Minggu (14/11),  mengatakan pihaknya mengerahkan 21 mobil tangki melalui jalur alternatif Luwu-Lutra, untuk mem-back up suplai dari Terminal BBM Poso Terminal BBM Kolonedale (Sulteng) dan Terminal BBM Kolaka (Sultra) dengan pengiriman harian mencapai 336 kilo liter per hari untuk BBM.

“Belum sampai habis sudah datang lagi mobil tangki melakukan pembongkaran. Antrian pun terpantau normal lancar. Dengan sistem digitalisasi SPBU, sehingga stok akan termonitor secara realtime. Di mana lokasi SPBU yang kritis akan langsung di-supply. Namun sejauh ini dari data monitoringnya, sebagian besar stok suplai di Lutra dan Lutim dalam kategori aman bahkan melimpah,” ungkap Laode.

Sedangkan terkait LPG, lanjut Laode, Pertamina melakukan backup supply dari Depot Mini LPG Donggala dengan pengiriman harian mencapai 43 Metrik Ton. Pertamina juga bekerjasama dengan Pemda dan TNI/POLRI dalam upaya pengamanan dan pengawasan distribusi BBM dan LPG di daerah tersebut. Pembelian kini dibatasi Pemda masing-masing dan di SPBU tampak berjaga ketat aparat kepolisian dan TNI untuk mengawasi agar tidak ada oknum yang memanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi dan meresahkan masyarakat.

Per Minggu hari ini setelah dikonsumsi masyarakat namun terus bergerak, stok gasoline di angka total lebih dari 34.000 liter untuk seluruh SPBU di Luwu Timur dan 32.100 liter untuk Luwu Utara. Stok Gasoil mencapai total lebih dari 23.000 di Luwu Timur dan 18.300 liter di Luwu Utara,” ujarnya

Laode menambahkan, ia mengucapkan terimakasih atas partisipasi semua pihak yang mendukung dan masyarakat sendiri yang sekarang sudah berangsur melakukan aktivitas pembelian secara normal yang menjadi kunci pulihnya stok BBM.

“Permintaan di SPBU sudah mendekati normal, warga sudah tidak panic buying, antrian terpantau relatif normal lancar seperti sedia kala dari hasil pantauan kami,” tambah Laode.

Diketahui, warga Lutra dan Lutim pun mulai merasakan kondisi berangsur pulih dan berterimakasih kepada Pertamina dan Pemda yang tak membiarkan kelangkaan berlangsung lama. Marzuki salah satu warga di Luwu Timur mengatakan saat ini membeli BBM tak perlu antri seperti dahulu.

“Mulai kemarin antrian lancar, normal tidak menimbulkan kemacetan. Mungkin kemarin karena jembatan rusak. Kami sebagai warga Luwu Timur bersyukur dan berterimakasih karena kondisi mulai lancar. Kami berharap sampai jembatan miring selesai diperbaiki kondisi tetap bertahan seperti ini,” tutup Marzuki.

Populer

spot_img