8 Desa Wisata di Sulsel Lolos 100 Besar ADWI 2021

-

Makassar, Eksplor – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekf) mengumukan 100 besar desa wisata yang berhasil lolos tahap kurasi lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Delapan Desa Wisata asal Sulsel berhasil lolos pada tahap ini.

Sebelumnya, sebanyak 24 Desa Wisata Sulsel yang tersebar di 17 kabupaten/kota dinyatakan lolos 300 besar. Dan akhirnya diumumkan desa wisata-desa wisata yang lolos ke tahap selanjutnya yakni 100 besar.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam pengumuman yang disiarkan di akun instagram Kemeparekraf RI menjelaskan, jumlah tersebut telah dikerucutkan dari 300 yang sebelumnya ada 1.000 lebih desa wisata yang lolos pada tahap kurasi.

“Berdasarkan penilaian dewan kurator terhadap tujuh kategori penilaian, klasifikasi desa wisata, dan kelengkapan data melalui situs Jadesta.com, kini pada tahap selanjutnya dengan bangga saya umumkan 100 besar desa wisata,” demikian Sandi dalam siaran langsung tersebut.

Pada tahap 300 besar, Sulsel menempati posisi kedua terbesar penyumbang desa wisata yang menyisihkan 1.841 kompetitor dari seluruh Nusantara.

Adapun desa wisata yang lolos 100 besar yaitu:

  1. Desa Wisata Bontolojong, Kabupaten Bantaeng
  2. Desa Wisata Ara, Kabupaten Bulukumba
  3. Desa Wisata Barania, Kabupaten Sinjai
  4. Desa Wisata Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar
  5. Desa Wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros
  6. Desa Wisata Kole Sawangan, Kabupaten Tana Toraja
  7. Desa Wisata Lembang Nonongan, Kabupaten Toraja Utara
  8. Desa Wisata Kambo, Kota Palopo

Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi desa wisata yang lolos ke 100 besar. Menurutnya hal itu sangat membanggakan karena di posisi itu masih ada delapan desa wisata dari Sulsel yang bersaing.

“Semoga ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik dalam mengelola dan mempromosikan desa wisata masing-masing,” kata Sudirman.

Sedangkan bagi desa wisata yang belum lolos, Sudirman berpesan untuk tidak berkecil hati dan tetap semangat berkreasi untuk membangkitkan perekonomian warga dari desa.

“Jadikan lomba ini sebagai pemicu, jangan menjadi tujuan akhir. Untuk yang lolos 100 besar, kita doakan semoga banyak yang lolos ke 50 besar,” harap Sudirman. ( )

Populer

spot_img